Pengertian Hipertermia dan Gejalanya

Pernahkah kamu mendengar tentang penyakit ini sebelumnya? Hipertermia? Apakah itu? Pengertian hipertermia menurut alodokter.com adalah suatu kondisi di mana suhu tubuh meningkat drastis dari suhu normal. Penyakit ini umumnya terjadi ketika sistem yang mengatur suhu tubuh tidak mampu menahan suhu panas dari lingkungan sekitar. Bayi dan anak-anak usia hingga 4 tahun merupakan kelompok yang rentan terkena hipertemia. Dilansir dari halodoc.com pengertian hipertermia adalah penyakit yang terjadi saat suhu tubuh naik melebihi suhu normal. kondisi ini terjadi akibat suhu lingkungan yang tinggi dan tubuh tidak lagi mampu beradaptasi terhadap perubahan ekstream tersebut. 

Apa saja gejalanya? Kamu perlu mengetahui gejala penyakit ini dengan baik agar dapat menandai apakah kamu terserang penyakit ini atau tidak. Gejalanya ditandai dengan suhu tubuh yang tinggi, biasanya akan melampaui angka empat puluh derajat celcius. Hal ini juga disertai dengan gejala seperti sulit berkeringat, gangguan koordinasi tubuh, denyut jantung yang lemah dan cepat, kejang-kejang, kulit memerah, mudah marah, measa bingung dan gejala yang paling parah adalah koma. 

Apa sih penyebabnya? Ini biasanya terjadi akibat paparan suhu panas yang berlebihan dari luar tubuh dan kegagalan sistem regulasi suhu tubuh untuk mendinginkan tubuh. Terdapat beberapa jenis hipertermia seperti heat stress. Ini adalah kondisi di mana tubuh kita menyerap panas yang dihasilkan dari lingkungan dengan cara meningkatkan aliran darah menuju ke permukaan kulit dan berkeringat. Saat kondisi udara lempat dan menggunakan pakaian terlalu tebal, mekanisme tubuh tidak lagi mampu mengimbangi paparan suhu ari luar hingga terjadi heat stress. Jenis ini ditandai dengan sejumlah gejala berupa badan lemas, sakit kepala, mudah haus, pusing dan mual. Selanjutnya adalah jenis heat fatigue, ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan stress. Kondisi ini biasanya timbul akibat seseorang terlalu lama berada di tempat panas. Gejala ini dapat berupa haus, kepanasan, kehilangan koordinasi gerah tubuh, sulit berkonsentrasi dan sering merasa lelah. Ketiga adalah heat syncope, ini adalah keadaan pingsan atau sinkop atau pusing yang disebabkan terlalu lama berdiri, berdiri secara tiba-tiba dari posisi berbaring atau duduk. Faktor risiko yang memicu terjadinya ini adalah ketidakmampuan tubuh untuk menyesuaikan dengan iklim dan dehidrasi. Selanjutnya adalah heat rash. Kondisi ini sering menyerang bayi, selain itu beberapa orang dewasa juga dapat mengalaminya karena cuaca lembap. Heat rash ini ditandai dengan ruam berwarna merah atau merah muda yang ditemui pada area tubuh yang tertutup pakaian. Jenis ini muncul karena saluran keringat yang tersumbat dan mengalami pembengkakan. 

Menurut halodoc.com terdapat beberapa faktor risiko penyakit ini yang meliputi lansia yang kelenjar keringat dan peredaran darahnya sudah mulai menurun fungsinya, orang dengan gangguan ginjal, jantung dan paru, dehidras, orang dengan tekanan darah tinggi yang sedang dalam pembatasan asupan garam, obesitas atau terlalu kurus, penggunaan obat tertentu seperti obat bius, obat pengontrol tekanan darah dan diuretik. 

Setelah mengetahui pengertian hipertermia, penyebab serta gejalanya, kamu juga harus tahu tentang bagaimana mencegah penyakit ini. Penyakit ini dicegah dengan beberapa cara seperti menghindari beraktivitas langung tanpa menggunakan pelindung kepala di bawah terik matahari ketika cuaca panas, menggunakan perlindungan tambahan seperti topi lebar atau payung, banyak minum air putih di segala kesempatan, dan jangan meninggalkan anak-anak dalam mobil tertutup di ruangan terbuka maupun gedung parkir.