Paul Pogba Dianggap Pantas Jadi Pemimpin di Manchester United

Mantan gelandang Manchester City, Yaya Toure menjelaskan bintang Manchester United, Paul Pogba, layak memimpin Setan Merah. Menurut Toure, Pogba mempunyai pembawaan seperti bos. Penilaian Yaya Toure ini berdasarkan kehebatan Pogba sementara masih memperkuat Juventus terhadap 2012 hingga 2016. Pogba juga piawai mengimbuhkan stimulan untuk Timnas Prancis sementara di Piala Dunia 2018. “Dia (Pogba) bosnya. Dia sanggup mendorong rekan setimnya jadi lebih baik. Dia mempunyai mutu untuk melakukannya, seperti yang dia perbuat sementara Piala Dunia Rusia,” ucap Yaya Toure, dikutip dari Sky Sports, Selasa (15/1/2019).

“Pogba sanggup mengimbuhkan pidato yang besar. Dia merupakan style pemain yang menghendaki mempunyai koneksi dengan manajernya,” imbuh dia. Toure menjelaskan Jose Mourinho, sementara masih melatih MU, lakukan kesalahan terhadap Pogba. Dengan bertengkar dengan Pogba, kata Toure, Mourinho sebabkan perselisihan meluas ke pemain Setan Merah lainnya. “Paul Pogba senantiasa menghendaki dipercaya dan diberikan pemberian oleh manajer. Dia menghendaki merasakan cinta dari manajer United,” ucap mantan pemain Timnas Pantai Gading itu terhadap daftar bandar bola online terpercaya.

Performa Pogba meningkat setelah MU memecat Jose Mourinho terhadap 18 Desember 2018. Dalam 14 pertandingan dengan MU di seluruh kompetisi, gelandang berusia 25 tahun itu hanya mencetak satu gol. Pogba berubah drastis sementara Setan Merah dinakhodai Ole Gunnar Solskjaer. Dalam lima pertandingan dengan MU di Liga Inggris, dia sanggup mencetak empat gol dan empat assist. “Dia (Solskjaer) mengimbuhkan posisi yang terbaik untuknya (Pogba). Manajer sanggup membuahkan yang lebih bagus untuk Pogba,” ujar Toure.

Liverpool Bakal Segera Bangkit di Pekan-Pekan Mendatang

James Milner menjanjikan pada fans kalau Liverpool tidak akan tergelincir lagi. Janji ini diucapkannya usai Liverpool tersingkir menurut babak 3 Piala FA usai kalah dari Wolverhampton Wanderers. Ini sebagai kekalahan ke 2 beruntun Liverpool pada pekan ini. Sebelumnya, Liverpool juga kalah 1-dua dari Manchester City. Dua kekalahan beruntun ini tentu membuat fans Liverpool was-was. Namun Milner mengatakan dua kekalahan beruntun hanya ketidakberuntungan saja.

Dia berjanji Liverpool bakal segera bangkit pada pekan-pekan mendatang. Pada akhir pekan nanti, Liverpool akan menghadapi Brighton Hove Albion. Liverpool tidak boleh tergelincir lagi bila ingin menjaga posisi puncak klasemen Liga Inggris. Tren jelek di 2019 akan coba dihentikan oleh Liverpool. Milner konfiden The Reds akan menuai kemenangan lagi. Kekalahan beruntun tentu nir cantik untuk kami, tapi Anda tentu akan tersandung pada satu animo,” ujar Milner misalnya dikutip situs judi online terpercaya dan bandar judi bola terbesar di dunia. Ini bukan soal dua kekalahan beruntun itu, semuanya memang telah diprediksi. Ini soal bagaimana Anda bangkit dan menjawab 2 kekalahan itu.”

Milner mengungkapkan yakin Liverpool sanggup bangkit lagi. Soalnya, istilah dia, pemain Liverpool punya karakter. Memang mudah katakan itu, akan tetapi kami memang harus lakukan itu pada akhir pekan,” ujarnya dalam daftar agen bola terpercaya dan bursa taruhan bola hari ini. Liverpool merotasi sembilan pemain ketika menghadapi Watford. Pemain muda seperti Curtis Jones & Rafael Camacho mendapatkan kesempatan tampil. Bahkan pemain 16 tahun, Ki Jana Hoever jua terpaksa tampil buat gantikan Dejan Lovren yg cedera.

Namun begitu, justru Milner yg lakukan blunder sehingga terciptanya gol Raul Jimenez. Divock Origi samakan skor buat Liverpool sebelum Ruben Neves beri kemenangan buat Wolvers. Kami tak menerima output yang diinginkan, akan tetapi itu tak akan terjadi terus. Tim misalnya Liverpool selalu ingin menang, kami tentu kecewa gagal lolos,” ujarnya.